Transaksi online sangat memudahkan penjual dan pembeli, karena penjual dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Sementara untuk pembeli, bisa dengan bebas membandingkan harga barang yang sama dari banyak penjual tanpa perlu pergi ke mana pun. Meskipun begitu, kemudahan transaksi online sering kali dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
Ketika kamu mendengarnya, mungkin kamu akan berpikir tentang penjual yang nakal. Namun, tahukah kamu bahwa terkadang ada juga oknum yang berpura-pura sebagai pembeli untuk dan merugikan penjual? Hal ini dilakukan dengan beberapa modus, yaitu:
Melakukan Pembelian Palsu COD
Biasanya pembelian ini dilakukan dengan sistem pembayaran COD dan agak sulit dicegah. Sebab, sebagai penjual kamu sulit untuk mengetahui detail dari pembelimu. Apalagi jika itu adalah pembeli baru dan transaksi ini adalah pembelian pertamanya.
Namun, kamu bisa coba mengecek akun sosial media orang tersebut. Seperti melihat kapan pembuatan akunnya, apakah akun tersebut terlihat akun yang positif, dan terlihat meyakinkan. Jika tidak yakin dengan kejujuran pembeli, kamu bisa mengajukan pembayaran di awal untuk menjamin keamananmu.
Pembayaran Palsu
“Sudah dibayar ya, ini bukti transfernya”. Itu adalah kalimat yang umum dikatakan pembeli saat melakukan konfirmasi pembayaran. Jangan pernah langsung memercayainya kecuali kamu sudah mengecek langsung ke rekening, bahwa dana tersebut sudah masuk. Ini biasanya berlaku untuk transaksi secara langsung bukan melalui e-commerce.
Saat ini banyak modus penipuan yang dilakukan dengan mengedit foto bukti transfer dengan data orang yang ingin ditransfer dan jumlah uangnya. Jika dilakukan oleh orang yang pandai mengedit, maka hasilnya akan terlihat sempurna.
Meskipun begitu, kamu tetap harus waspada dan tidak menganggap transaksi terjadi kecuali dana tersebut sudah masuk ke rekeningmu. Meskipun pembeli bilang bahwa membutuhkan waktu untuk dana masuk, kamu tetap harus mewaspadainya.
Menolak Membayar dengan Alasan Rusak
Metode yang dilakukan oleh pembeli untuk transaksi ini biasanya berpura – pura adanya kerusakan atau tidak menerima produk dan mengharapkan refund. Bahkan, ini adalah trik yang sedang marak saat ini terutama untuk pembelian melalui ecommerce di mana pembeli mengajukan refund dan mengirimkan barang yang rusak maupun tidak sesuai sebagai produk retur untuk mendapatkan pengembalian dana.
Untuk penipuan seperti ini, kamu harus membuat aturan yang jelas terkait pembatalan pembayaran maupun refund. Misalnya harus ada video unboxing dari sejak awal paket masih dalam kondisi disegel. Atau, berbagai kebijakan lain yang kamu ingin terapkan terkait hal ini.
Transaksi online memang memudahkan, apalagi dengan tersedianya internet murah unlimited yang membuatmu bisa lebih bebas memilih barang yang diinginkan maupun memasarkan barang ke target yang lebih luas. Namun, lebih waspada dengan sekitar dan pahami berbagai metode penipuan dapat membantumu terhindar dari risiko kerugian. Jadi pahami dan lebih waspada saat melakukan transaksi online.
